Rabu, 10 Desember 2014

MEMBANGUN HIDUP YANG BERHASIL “1 Korintus 3:11-12″


“Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami” I Korintus 3:11-12
Dalam Alkitab kita tercantum ada 202 ayat yang mengandung kata keberhasilan. Ini membuktikkan bahwa Allah serius ingin memberikan kita hidup yang berhasil. Jika Allah membuat kita berhasil, Ia ingin kita bukan hanya berhasil untuk diri kita sendiri, tetapi kita juga berhasil untuk membawa orang mengenal Tuhan. Dunia memiliki ukuran sendiri untuk menilai orang seperti apa yang nantinya akan berhasil. Menurut dunia orang yang miskin dan bodoh mungkin akan jauh dari keberhasilan. Tetapi tercatat ada orang-orang sukses di dunia yang dulunya dianggap bodoh. Beberapa diantaranya adalah: Thomas A. Edison, Beethoven, Abraham Lincoln, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg. (I Korintus 1:27) 5 Langkah untuk mencapai keberhasilan :
1. MELETAKKAN DASAR YANG TEPAT (I Korintus 3:11-12)
 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”à Orang yang bijak adalah orang yang tau meletakkan pondasi yang benar dalam kehidupannya. Jangan menggunakan kekuatan dan hikmat manusia sebagai dasar. Orang yang membangun iman diatas dasar Kristus adalah orang yang mengandalkan Allah. Maka bagi orang tersebut Allah menyediakan janji ini Yeremia 17:7-8 àDasar yang tepat adalah Yesus Kristus. Matius 7:24
Dasar kita harus tepat baru kita dapat berbuah bahkan di tahun-tahun kering. Jadilah pribadi yang bukan hanya tahu mengenai Firman Allah, tetapi juga melakukannya.
2. CARILAH PENASEHAT YANG BENAR (Mazmur 1:1-3)
Dalam Alkitab tersedia begitu banyak nasehat yang Allah berikan untuk keuntungan kita. Jangan sampai kita salah melangkah dan rugi besar hanya karena kita salah memilih penasehat. Dalam I Raja-raja 12 tercatat kisah mengenai Raja Yerobeam yang pada waktu itu memimpin kerajaan Israel, tetapi karena salah mendengarkan nasehat maka terjadi pemberontakan rakyat dan kerajaan Israel terbagi mejadi dua. Carilah dan dengarkanlah nasehat yang tepat. Apabila kita meminta nasehat dari orang yang mengenal Tuhan bukan hanya sekedar nasehat yang kita dapatkan tetapi minimal mereka akan berdoa untuk kita.
3. JANGAN MENCONTOH ORANG BERDOSA (Mazmur 1:1)
 tidak ada masa depan dan harapan bagi mereka.
àDalam Terjemahan sehari-hari ayat ini berbunyi: “Berbahagialah orang yang tidak mengikuti nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah” bagaimana kehidupan orang berdosa yang tidak pantas kita contoh? Yaitu ketika mereka menjadi orang-orang yang tidak peduli dengan sesama, egois dan mementingan keuntungan diri sendiri, menipu dalam perdagangan dan bahkan menggunakan kuasa iblis untuk mendapatkan keuntungan. Jangan mencontoh mereka dan bahkan kita tidak perlu iri akan apa yang mereka peroleh Amsal 24:19-22 dan Mazmur 1:4-6
4. MENJAGA PERGAULAN (Mazmur1:1c BIS)
Pergaulan memiliki dua dampak dalam kehidupan kita:
- Pergaulan ita akan berdampak pada kehidupan jasmani kita. Pergaulan akan mempengaruhi pola pikir kita (I Korintus 15:33). Pergaulan akan membentuk kebiasaan, dan kebiasaan akan membentuk karakter, karakter akan menentukan masa depan kita. Jadi mari jaga pergaulan kita. Kita memiliki begitu banyak kegiatan gereja dalam sepekan untuk menjaga pergaulan kita tetap ada dalam lingkungan keluarga Allah. Karena itu mari terlibat di dalamnya!
- Dampak kehidupan rohani. Apa yang terjadi dalam roh terimpartasi dalam tubuh jasmani. Karena itu jika secara jasmani kita sudah tercemar maka pasti roh kita pun telah dicemari. Mari jaga kehidupan kita dengan menjaga pergaulan kita.
5. HIDUP DALAM FIRMAN TUHAN (Mazmur 1:2-3)
Orang yang berhasil dan diberkati adalah orang yang memiliki “kesukaan” akan firman Tuhan. Kesukaan sama dengan hobby/ kegemaran. Mari ganti hobby kita dengan merenungkan FirmanNya siang dan malam sehingga apapun yang kita kerjakan akan berhasil dan kita akan beruntung di setiap jalan-jalan kita.
Ketika Allah selesai menciptakan dunia dengan segala isinya, lembaga yang kali pertama Ia ijinkan untuk beroperasi adalah lembaga perkawinan. Alkitab mencantumkan begitu jelas "rules" untuk sebuah pernikahan. 
Lembaga perkawinan melahirkan sebuah keluarga. Itu sebabnya pernikahan merupakan kondisi normal atau keadaan alamiah yang mau tidak mau berlangsung dalam kehidupan semua umat manusia, tanpa terkecuali. Pernikahan merupakan hak asasi yang Tuhan berikan kepada semua umat manusia. Lembaga perkawinan merupakan suatu persahabatan atau suatu kesatuan yang jauh melebihi seks (Maleakhi 2:14). Pernikahan adalah suatu kesatuan sosial dan spiritual, juga kesatuan seksual. Pernikahan yang dibangun atas dasar hubungan persekutuan persahabatan, dimana suami-istri saling mengasihi dan mencintai akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan pernikahan yang dibangun karena hubungan seksual. Pernikahan juga merupakan kesatuan yang tercipta dari suatu komitmen dari janji-janji yang timbal balik. Komitmen ini tersirat dari sejak mulanya di dalam konsep meninggalkan orangtua dan bersatu dengan istrinya (Maleakhi 2:14; Amsal 2:17). Allah adalah saksi atas suatu pernikahan. Dialah yang mengadakan pernikahan dan menjadi saksi atas janji-janji tersebut (Matius 19 :6). Mengapa seorang lagi-lagi dianjurkan menikah? Apa tujuan pernikahan menurut Allah? 
Pertama, Pernikahan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan emosional, "Tidak baik manusia seorang diri" (kejadian 2:18). 
Kedua, Pernikahan mempunyai tujuan sosial, ''Beranak-cuculah dan bertambah banyak..." (Kejadian 1:28). 
Ketiga, Pernikahan bertujuan mencegah imoralitas, "... tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah seorang laki-laki mempunyai istrinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri" (1 Korintus 7:2). 

Keempat, Pernikahan ditetapkan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan rohani, agar suami istri mengalami kepenuhan di dalam kasih Kristus (Efesus 5:22-23), serta memancarkan kasih-Nya kepada sekelilingnya.

Selasa, 09 Desember 2014

Khotbah Minggu 14 Desember 2014 Yesaya 61:1-4;8-11

Tema : 
Menyampaikan Injil kepada Orang2 Sengsara/Kita dipanggil untuk membawa/menyampaikan kabar baik.

I. Pendahuluan
Salah satu tugas dan tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus adalah bersaksi dan menyampaikan kabar baik kepada dunia sekitar kita.Tugas dan tanggung jawab itu kita lakukan untuk mewujudkan rasa syukur atas penyertaan Allah bagi kehidupan kita.Dengan demikian orang yang mau dan mampu bersaksi menyampaikan kabar baik dari Tuhan adalah orang-orang selalu mampu mengucap syukur,karena kesaksian kita bukanlah keberhasilan yang di raih tapi dengan menunjukkan sikap dan perbuatan dalam kebenaran Allah dalam dunia ini.
Dalam situasi kehidupan kita sekarang ini yang penuh dengan tekanan,berita yang tidak pasti,keadaan yang selalu berubah-ubah,membuat orang lain ingin mendengar kabar baik,dan lebih jauh tidak hanya sekedar mendengar kabar baik itu tapi merasakannya sebagai suatu penghiburan,kebebasan dari belenggu dosa serta perbaikan hidup yang penuh damai sejahtera.Yesus adalah kabar baik,dalam diri dan kehidupanYesus Dia mewujudkan nubuatan para nabi,dalam kehidupanNya terlihat penggenapan nubuatan nabi Yesaya.Ia melepaskan orang-orang yang menderita,termasuk penderitaan yang mendatangkan dosa.Pertanyaan bagi kita sekarang adalah maukah kita menjadi saksi Kristus yang membawa kabar baik itu?
II. Penjelasan
Siapa yang tidak mendambakan "kabar selamat" dari Tuhan ? Tentu semua orang  menginginkan hal tersebut, lepas dari penderitaan dan mengalami pemulihan, seperti layaknya bangsa Israel. Melalui teks khotbah ini kabar keselamatan itu dinyatakan Tuhan  melalui perantaraan nabi Yesaya dan kabar keselamatan tersebut dihubungkan dengan peristiwa Tahun Yobel (Tahun Pembebasan) yang ditunggu-tunggu oleh umat Tuhan. Pada tahun Yobel umat Tuhan mengenang, merayakan,dan mengalami kembali kasih dan kuasa Tuhan yang membebaskan umat-Nya dari berbagai macam penindasan. Agar umat Tuhan dapat mempersiapkan diri menyambut Tahun Yobel, maka Tuhan mengirim hamba-Nya untuk mewartakannya pada masa-masa menjelang datangnya saat pembebasan tersebut. Hamba Tuhan yang memberitakan kabar baik mendapat pengurapan Roh Tuhan. Pengurapan ini diperlukan agar kuasa Tuhan senantiasa menyertai hamba Tuhan itu sehingga ia mampu melakukan tugas perwartaan itu dengan baik. Kuasa ilahi ini diperlukan karena pada waktu itu umat Tuhan sedang tertindas oleh penderitaan yang hebat. Mereka berada dalam kondisi tidak berdaya dan putus asa. Hal ini nampak jelas dari serangkaian panjang kata-kata yang dipergunakan di ayat 1b-3: sengsara, remuk hati, tawanan, dari penjara, berkabung, dan semangat yang pudar. Dalam "kabar keselamatan" itu Tuhan Allah hendak menyatakan bahwa Ia akan memberkati umat pilihanNya  Israel, menyatakan kasih serta kuasaNya kepada mereka, Allah akan menghibur mereka yang remuk hatinya, mereka yang sengsara, mereka yang tertawan, mereka yang berkabung.  Tuhan akan memberkati dan mengadakan pemulihan bagi umatNya tapi Tuhan juga menginginkan bangsaNya juga melakukan pertobatan dan tidak melakukan kembali kekejian dimata Tuhan serta menyaksikan kemuliaan dan kuasa Tuhan kepada bangsa-bangsa lain.
Berita Sukacita ini dipercayakan pada seorang utusan-Nya, yang dipercayai-Nya untuk hanya menyampaikan Firman-Nya. Dia akan menjadi perantara antara Allah dengan umat. Minggu-minggu Advent adalah minggu penantian kedatangan Anak Allah dalam diri Tuhan Yesus yang akan membebaskan dan memberi keselamatan bagi manusia dan dunia.  Tuhan Yesuslah yang pertama membuat semua claim bahwa semua yang dinyatakan dalam Yesaya 61:1-2 telah terealisasi dalam kedatangan Diri-Nya dan karya-Nya bagi keselamatan Israel maupun Dunia. Tuhan Yesus hanya mengutip dua ayat Yesaya 61.  Inilah Inti Berita Kedatangan Tuhan : 
"Roh Tuhan ada pada-Ku, Oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, Untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orng-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku,  Untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,  dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas. Untuk memberitakan Tahun rahmat Tuhan telah datang.
Lalu inilah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus:"Pada hari ini, genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya" (Lukas 4:21). 
Tuhan Yesus adalah Pemenuhan dari semua Berita Keselamatan atau Pembebasan ini. Dia adalah Pembawa Kabar Baik itu. Kita harus dapat membedakan antara Hanya Messenger atau Penyampai Kabar dan Pembawa Kabar. Messenger hanya menyampaikan suatu Berita, tetapi Yesus adalah : The Personified Message of Salvation;   membawa di dalam diri-Nya dan misi-Nya Keselamatan bagi Umat Manusia.  Ia adalah Kabar Baik itu. Dia yang akan mewujudnyatakan nubuat nabi Yesaya itu. Dalam karya kehidupan-Nya, terlihat penggenapan nubuat Yesaya . Ia melepaskan orang-orang yang menderita, termasuk bentuk penderitaan yang menghasilkan maut sebagau upah dosa. Melalui kedatangan-Nya, manusia menjadi percaya pada Kabar Baik yang hidup didalam diri-Nya.
 Kabar baik yang berisi pemulihan, pembebasan, dan penghiburan itu juga diperlukan bagi masyarakat masa kini. Di sekitar kita begitu mudah ditemui orang-orang yang terhimpit oleh berbagai macam penderitaan: kesulitan ekonomi, sakit-penyakit, kekurangan pangan, dan sebagainya. Tidak sedikit dari mereka yang tidak berdaya dan putus asa. Siapakah yang harus memberitakan kabar baik bagi mereka? Tentu saja Tuhan tetap mengutus hamba-Nya, yaitu gereja dan kita, orang-orang percaya. Sudahkah kita mengerjakan tugas ini dengan baik? Terus terang, masih jauh dari yang semestinya. Bahkan, tidak sedikit gereja dan orang-orang Kristen tidak peduli dengan keadaan masyarakat di sekitar mereka. Bagaimana dengan gereja kita? Bagaimana dengan Anda sendiri? 
Sebagai Pengikut Kristus,  kita dipanggil melanjutkan tugas pengutusan Yesus, menyampaikan Kabar Baik dan melakukan Kabar Baik itu kepada sesama kita yang dalam keadaan menderita melalui perbuatan kasih dan tindakan nyata  sehingga mereka sudah berada  pada semangat yang patah mengalami pemulihan dan memperoleh keselamatan.
III. Penutup
Roh Tuhan Allah akan mengurapi orang untuk mampu memberitakan kabar baik dari Allah kepada orang lain (Yes 61:1,9). Orang yang diurapi Allah membuat orang lain menyadari kehadiran Allah melalui tindakan-tindakan yang diperbuat oleh orang itu (Mzm 126, 2-3). Mereka menjadi saksi-saksi kebaikan Allah bagi orang lain. Hidup mereka menjadi hidup yang terarah kepada Allah dan juga mengarahkan orang lain kepada Allah.

Namun dapat terjadi, urapan Roh Tuhan Allah yang baik itu padam. Saat seseorang enggan untuk mengenali karya Allah yang melintasi ruang dan waktu. Saat seseorang mudah lupa akan penyertaan Allah pada masa silam dan janji penyertaan-Nya pada masa mendatang. Oleh sebab itu Paulus menasihatkan, agar orang Kristen jangan memadamkan Roh atau menganggap rendah apa-apa yang sudah dituliskan dalam Kitab Suci. Paulus mendorong orang Kristen untuk belajar kebenaran-kebenaran yang dari Allah agar hikmat Allah digunakan dalam menelaah dan mengambil keputusan-keputusan hidup (1 Tes 5:19-20). 

Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat Dunia. Dialah Sumber Kebenaran dan Hidup, yang diurapi Allah. Dialah Mesias/Kristus. Di dalam Dia nyata kebaikan Allah. Melalui Dia orang dimampukan untuk mengenali dan memberlakukan kebaikan Allah dalam kehidupan, menjadi orang yang diberkati. Tetapi bukan berhenti sampai disitu saja. Kristus, Terang Dunia, membuat orang bersukacita untuk melanjutkan kebaikan Allah bagi orang lain dengan setia. 

"Khotbah Bersukacita di dalam Tuhan" Fil 4:4


FILIPI 4:4 “ Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:Bersukacitalah!
Rasul Paulus mengingatkan kita agar senantiasa Bersukacita dalam Tuhan, bahkan diulang dua kali Apa bedanya sukacita didalam Tuhan dan sukacita yang dunia berikan?
Kalau Sukacita dunia hanya sementara, tetapi sukacita yang dari Tuhan itu bersifat Kekal Sukacita kita bukan di dasari uang, pangkat, harta kemewahan karena kalau kita bersukacita karena hal-hal yang bersifat materi, kita akan sangat kecewa.
Sukacita merupakan hal yang penting untuk membangun karakter yang kuat dan tangguh.
Sukacita juga adalah salah satu cara pola hidup sehat karena” Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”( Amsal 17:22) orang yang mempunyai hati yang gembira pasti ada sukacita dan orang yang bersukacita pasti mempunyai semangat hidup.
Tuhan Yesus berkata didalam Yohanes 15:11 “Semuanya itu kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” Bagaimana caranya supaya kita selalu hidup penuh dengan sukacita?
1.Ingatlah akan masa lalu yang baik. (Mazmur 143:5, Ratapan 3:20, Amsal 10:7).
Mengingat dan merenungkan kembali kebaikan Tuhan akan menolong kita mengatasi pikiran dan perasaan buruk yang membuat kita kehilangan sukacita. 
Mengingat kebaikan orang-orang yang pernah menolong kita akan mendatangkan berkat dan sukacita tetapi sebaliknya kalau kita mengingat hal-hal yang buruk yang menimpa kita akan membuat kita sakit hati,kecewa susah ,sedih dan tertekan sehingga kita akan kehilangan sukacita oleh sebab itu pikirkanlah hal-hal yang positif (Filipi 4:8).

2.Tetap memuji Tuhan dan menyembah Tuhan di tengah-tengah masalah (Yesaya 61:3c) Nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, jadi cara kita kita menganti perkabungan dengan sukacita adalah dengan memuji Tuhan.
Saya percaya disaat kita memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh maka Allah akan bertahta diatas pujian kita dan Dia akan datang melawat kita dan membebaskan kita Contoh Paulus dan Silas saat di penjara (Kis. 16:25-26).
Mungking saat ini ada di antara saudara merasakan seperti dalam penjara misalnya di penjara dengan sakit-penyakit, dipenjara dengan kegagalan, dipenjara dengan kesulitan-kesulitan ekonomi atau saudara sedang mengalami keadaan yang paling buruk tetaplah memuji dan menyembah Tuhan maka Allah akan datang menolong dan memberikan kebebasan sehingga hidup saudara dipenuhi dengan sukacita dari Sorga.
Pujian dan sorak-sorai dapat meruntuhkan tembok Yerikho, apapun yang menjadi tembok atau penghalang bagi kita untuk maju Allah sanggup meruntuhkannya.
Pujian membawa mujizat terjadi dan hati kita terhibur, tetaplah memuji Tuhan apapun yang terjadi di dalam kehidupan ini.

3.Mintalah pertolongan Tuhan (Mazmur 143:7)
Raja Daud meminta pertongan Tuhan saat menghadapi masalah yang berat. Dalam menghadapi masalah, seringkali kita lebih dulu mencari pertongan manusia, bahkan ada yang sering pergi ke paranormal, dukung dan hasilnya hanya kekecewaaan dan masalah yang makin berat.
Pertolongan dari manusia terbatas tetapi pertolongan dari Tuhan tidak terbatas.
Kadangkala ketika kita meminta pertolongan manusia 1x dia tolong kita, 2x dia masih tolong kita tetapi 3x dia bukan tolong tapi dia todong kita.
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 11:28 Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan member kelegaan kepadamu.
Yesus menyuruh agar kita datang menghampiriNya , responilah undangan Yesus .
Yesus sanggup memberi kekuatan dan pertolongan kepada kita yang letih lesu dan berbeban berat.
Tuhan Yesus tidak sekedar mengundang untuk siapa saja yang datang padaNya, melainkan Ia akan memberi kelegaan, memulihkan setiap persoalan kita oleh sebab itu
terimalah kelegaan yang Yesus berikan.
Di bawah kaki Yesus segala beban hidup kita pasti terlepas dan Dia sanggup menganti dukacita menjadi sukacita, air mata jadi mata air, tidak ada yang Mustahil bagiNya dan bagi orang yang percaya.

4. Tetaplah mengucap syukur dalam segala hal (1 Tes. 5:18)
Dalam segala keadaan dan situasi , susah maupun senang, kita harus tetap mengucap syukur. 
Keputusasaan, kegagalan jangan membuat kita bersungut-sungut karena persungutan tidak menyelesaikan masalah, malah menambah masalah dan beban kita bertambah berat , mengucap syukurlah senantiasa. Walaupun ditahun ini mungkin banyak kita mengalami tantangan dan pencobaan tetapi janganlah itu menjadi penghalang bagi kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan.
Ucapan syukur akan menyenangkan hati Tuhan, dan membuat hidup kita penuh dengan sukacita.
Ucapan syukur adalah obat kekurangan kita (Yohanes 6:11)
Ucapan syukur membuat kita mengalami kuasa kebangkitan (Yohanes 11:41)
Ucapan syukur adalah kunci kemenangan kita.
Ucapan syukur membuat berkat yang lebih cepat lebih baik. 
“SEMAKIN KITA BERSYUKUR, SEMAKIN BESARLAH KEKUATAN KITA UNTUK MEMPEROLEH BERKAT”
Bersyukurlah dan bersukacitalah senantiasa, walaupun beban dan penderitaan terasa berat. 

5. Lakukanlah hal-hal yang baik (Galatia 6:9-10) 
Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai nanti.
Jika kita menabur kejahatan kita akan menuai kejahatan tetapi sebaliknya jika kita menabur kebaikan kita akan menuai kebaikan juga. Orang yang menabur kebaikan hidupnya pasti dipenuhi dengan sukacita.
Yesus selalu memberikan teladan kasih dan kebaikan bagi UmatNya.
Sebab itu , dimana pun kita berada, kita harus jadi berkat buat orang lain. Bagaimana kehidupan kita mencerminkan Kristus, jika kasih Yesus tidak ada dalam diri kita? 
Bagaimana orang dapat meneladani sikap dan cara hidup kita, jika permusuhan dan dendam mewarnai hati kita?
Firman Tuhan hari ini dengan tegas mengatakan bahwa kita harus selalu berbuat baik dengan siapa pun.
Jangan jadikan sikap berbuat baik itu sebagai paksaan tetapi kita harus selalu memberi dengan sukacita .
Sebagai orang percaya kita harus memiliki Kasih Kristus, hidup dalam damai dan memancarkan kebaikan bagi setiap orang.
Janganlah bosan berbuat baik dan biarlah di sepanjang hari ini, kita selalu memberikan kedamaian serta memancarkan kebaikan bagi sesama kita agar namaTuhan dipermuliakan.
Maju terus dalam Tuhan dan jadikanlah sukacita itu menjadi gaya hidup kita, Tuhan Yesus Memberkati.

“S E N Y U M” 
Sekali senyum curiga hilang 
Duakali senyum jadi sahabat 
Tigakali senyum hati penuh damai 
Empatkali senyum beban jadi ringan 
Limakali senyum rejeki datang 
Enamkali senyum gigi jadi kering 

" T E R T A W A "
Sekali tertawa pusing kepala hilang
Dua kali tertawa bencipun sirna
Tigakali tertawa persoalan lari 
Empatkali tertawa penyakit sembuh
Limakali tertawa jadi awet muda
Enamkali tertawa hati penuh sukacita 
Tetapi awas, jangan senyum-senyum dan tertawa sendirian, nanti dikira orang gila.

Ayat penutup: Mazmur 37:4  dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan
 kepadamu apa yang diinginkan hatimu .  


Senin, 08 Desember 2014

Tata Ibadah Perayaan Malam Natal




Petunjuk

:

Ø  IBADAH berlangsung secara otomatis


Ø  Jangan LUPA mematikan Hand-Phone
Ø  Saat pembacaan prolog liturgi dimulai, pembawa liturgi sudah tampil ke depan 

















I.      PeRSIAPAN :

Ø Pelayan
:
Berdoa di Konsistori

Ø Lonceng   
:
Jemaat mempersiapkan diri dalam saat teduh pribadi

Ø PROSESI
:
Pendeta, Majelis, Pelayan, Panitia Natal 2014 memasuki gedung Gereja melalui  pintu depan Gereja (diiringi musik; instrument)
&   
 II.    KEBAKTIAN  :   oleh   Liturgis 

Jemaat dipersilahkan bangkit berdiri

1.      Bernyanyi KJ No 109 :  1 + 3  “ Hai Mari Berhimpun ”   Do = G   4 Ketuk

Ø Hai mari, berhimpun dan bersukaria ! turut semua ke Betlehem !
Lihat yang lahir Raja bala sorga !  Sembah dan Puji Dia
Sembah dan Puji Dia,  Sembah dan Puji Dia, Tuhanmu

                               
Ø Gembala dipanggil dari padang raya
   Menuju palungan-Nya yang rendah                         
   Kitapun turut bergegas ke sana! Sembah dan puji Dia,
   Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia Tuhanmu!



2.      Votum Introitus & Doa

L
:
Demi nama Allah Bapa dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus Khalik Langit dan Bumi

J
:
Amin
L
:
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi.Sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi adalah berasal dari Allah dan anak-anak Allah.
J
:
Barang siapa tidak mengasihi ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah Kasih.
L
:
Dalam hal inilah Kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus anak-Nya yang Tunggal kedunia ini, supaya olehNya kita hidup.
J
:
Inilah kasih itu, bukan kita yang telah mengasihi Allah tetapi Allah yang telah mengasihi kita.
L
:
Allah telah mengutus anak-Nya sebagai pendamai bagi dosa-dosa kita.
Saudara-saudara yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
J
:
Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah, jika kita saling mengasihi, Allah tetap didalam kita dan kasih-Nya sempurna didalam kita.
L
:
Karena itu sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan,   Gemetarlah di hadapanNya hai segenap bumi, Haleluya !


Mari kita berdoa :
Ya Allah Bapa kami yang di Sorga ! Kami mengucap syukur dan terimakasih kepada-Mu, karena Engkau berkenan melawat kami orang berdosa, dengan perantaraan AnakMu Jesus Kristus yang Engkau utus untuk menebus dosa-dosa kami. Dia telah merendahkan diriNya dan menjadi miskin sehingga Ia lahir di kandang domba di Betlehem, agar kami menjadi kaya. Kuasailah hati kami dan bimbinglah kami dengan rohMu yang kudus agar kami makin mengenal kasih yang dinyatakan oleh  anakMu

L+J
:
A m i n                    (Jemaat dipersilahkan duduk kembali)

3.     marende be no. 57 : 1 - 2 nunga jumpang muse    
·         Nunga jumpang muse ari pesta i, hatutubuni Tuhanta Jesus i
Tuat do Ibana sian surgo i, mebat tu hita on
Hasangapon di Debata, Dame-dame ma di jolma
Las ni roha ni Debata, hajolmaon muse.

·         Beta ale dongan tu Betlehem I, ita somba ma dakdanak na di si
Na tinongos ni parasi roha I, Debata Ama i… Reff

4.     LITURGI I:
      L: Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah, segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada satupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

5.     Bernyanyi KJ 85 : 1  “KU SONGSONG BAGAIMANA”
·      Ku songsong bagaimana, ya Yesus, datang Mu ?
Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku !
Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku,
Supaya ku yakini tujuan janji Mu.

6.      responsoria   :    TITUS  2 :  11-15

L
:
Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata
J
:
Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan
L
:
dan keinginan–keinginan duniawi
           J
:
dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini
L
:
dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia
J
:
dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar
L
:
dan JuruSlamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diriNya bagi kita
J
:
untuk membebaskan kita dari segala kejahatan
L
:
dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik
J
:
Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah


7.       LITURGI : II
8.       Bernyanyi KJ No 101 : 1  “ Alam Raya Berkumandang
 


Alam raya berkumandang oleh pujian mulia
dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema.


Glo…….ria in excelsis Deo !
Glo…….ria in excelsis Deo

9.     Liturgi-III : 
L:
Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati

Besar perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukai-Nya , Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan, Tuhan itu Pengasih dan Penyayang.


10.   PADUAN SUARA :     PP + Ester

11.   Liturgi-Iv : 

         L: Saudara-saudara, hidup kita ini bagaikan uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap, Sang bayi telah lahir, bersukacitalah karena-Nya.Ingatlah bahwa kelak Dia akan datang sebagai Hakim yang Agung.

     
12.  Bernyanyi KJ No 85 : 1 – 2  “Ku Songsong Bagaimana “   
                     .      .         .     .     .    .            .

13.    candle light :  SOLO: MICHAEL. Organ -  O, Holly Night 

ü Selama proses menyalakan LILIN, diiringi organ serta Lampu dipadamkan
ü Pendeta menyalakan Lilin Besar
ü Petugas menyalakan lilin (yang dipegang) dari lilin besar, kemudian  : menyalakan lilin  yang tersedia di depan dan

ü Penatua menyalakan LILIN Jemaat





LILIN sebelah Kanan Jemaat

LILIN sebelah Kiri Jemaat
ü Utusan BPH

ü  Mewakili Pria
ü Utusan Penatua                                           

ü  Mewakili Wanita                                      
ü Ketua Panitia Natal                                      

ü  Mewakili Pemuda - Pemudi  



Ø Narator  : 



14.   marende be no. 54: 1–3 Sonang Ni Borngin Na i  
      (Jemaat dipersilahkan berdiri)



·   
Sonang ni bornginnai, uju ro Jesus i
Sonang modom do halak sude, holan dua na dungo dope
Mangingani anakNa, Jesus Tuhanta i

·   
Denggan ni bornginnai, uju ro Jesus i
Tu parmahan di Betlehem i, dipaboa na di surgo i
Nunga ro Sipangolu, Jesus Tuhanta i

·   
Godangni tua disi, dinaro Jesus i
Tung malua pardosa muse, sian hamagoanna sude
Ala ro Sipangolu, Jesus Tuhanta i

(Jemaat dipersilahkan duduk kembali)


15.   liturgi-V :  AMANAT DAN HARAPAN


L
Malam ini, kita telah mendengar kembali berita NATAL yang tak pernah usang

Kita yang hidup di abad ini, tetap berharap dan bertekad untuk menyemarakkan pemberitaan, kesaksian dan pelayanan , dalam mewujudkan Damai Sejahtera Kristus

16..PADUAN SUARA :  Hana + Bukit Sion


17.     LITURGI :  VI


18.  Bernyanyi KJ No 99: 1 – 2  “Gita Sorga Bergema “   
·         Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia."
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
Permaklumkan Kabar Baik: Lahir Kristus, T'rang ajaib!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
·         Yang di sorga disembah, Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"

 


19.     KHOTBAH :
 THEMA:

20.   Bernyanyi KJ No 18 :  1 + 4 “ Allah hadir bagi kita ”   



Pria      :

Wanita :

Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat,
melimpahkan kua-sa Rohnya bagai hujan yang lebat,
Reff  :     Reff :   Dengan Roh Kudus ya Tuhan, umatMu berkatilah!
            Baharui hati kami; o curahkan kurnia




Pria     :

Wanita :
Penebus, dengarkan kami yang padaMu berseru;
buka tingkap anug’rahMu, brikanlah berkat penuh !
  Reff :   Dengan Roh Kudus  ………………….



21.   PERSEMBAHAN: NATS  Matius 2 : 11

                                                      
                                                        
             Untuk menghantarkan persembahan kita, demikianlah firman Tuhan:

“ Maka masuklah mereka ke dalam rumah  itu dan melihat Anak itu bersama Maria, Ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu mas, kemenyan, dan mur “

    
22.    ende pelean be no. 49 : 6 “sai ro ma tu bara”             bl 47
Tung aha ulaning denggan ni roham, silehononnami baen lasni roham, nang sere, nang perak ndang pinangidon, Ai roha ias sambing do lomom.

 


23.   Doa Penutup & Berkat







Pendeta Resort, Majelis Jemaat, dan Panitiamengucapkan :
Selamat Hari Natal 2014

&

Tahun Baru 2015
 








PENGUMUMAN
Hadiri DAN Meriahkanlah !!!

PERAYAAN NATAL 25 & 26 DESEMBER 2014

          tgl 25    Pkl 10.00 Bhs Indonesia + Perjamuan Kudus
         

PEMBERITAHUAN


Dalam acara NATAL malam ini, disediakan Amplop Bakti NATAL PUSAT GKPI; yang akan dipersembahkan besok dalam Kebaktian Perayaan NATAL tgl 25 Des 2014 saat kolekte ke Depan.